Dampak Karhutla di Tidore, Kadinkes Dinilai Lambat dan Hanya Diam Ditempat

Kota Tidore175 Dilihat

TIDORE – Kabut asap akibat dampak karhutla yang semakin pekat dan mengganggu jarak pandang di sejumlah wilayah Maluku Utara, termasuk Kota Tidore Kepulauan, memicu kritik tajam terhadap lambannya langkah antisipasi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Tidore. Padahal, ancaman gangguan kesehatan seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) telah nyata di depan mata.

Berdasarkan pantauan terkini, aktivitas karhutla tercatat terjadi di beberapa titik, termasuk di Desa Gosale dan Desa Kaiyasa, Kecamatan Oba Utara, Tidore Kepulauan.Asap yang dihasilkan tidak hanya mengganggu aktivitas transportasi dan jarak pandang, tetapi juga berpotensi besar menurunkan kualitas udara dan memicu lonjakan kasus ISPA, terutama pada kelompok rentan.

Namun, sikap dari pimpinan Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan dinilai cenderung reaktif dan terlambat. Alih-alih melakukan langkah mitigasi sejak peringatan dini musim kemarau, seperti distribusi masker massal, sosialisasi protokol kesehatan, serta memastikan kesiapan logistik medis di seluruh Puskesmas, respons yang muncul baru terasa setelah asap tebal menyelimuti dan mulai dikeluhkan masyarakat.

“Kami melihat ketidaksiapan yang nyata dinas kesehatan baru saja mengeluarkan pernyataan di media untuk pembagian masker, dari kemarin bikin apa saja,” kata Mardianto Musa pemerhati sosial kota Tidore pada , Senin ( 12/10/26).

Upaya peringatan untuk mewaspadai dampak kesehatan akibat menghirup asap karhutla juga terus digaungkan secara nasional, mengingat ratusan ribu kasus ISPA telah tercatat di berbagai wilayah akibat paparan asap, namun sikap cuek ditunjukan dinas kesehatan Tidore yang tidak tanggap sebagai perpanjangan tangan kebijakan kepala daerah di bagian perangkat daerahnya,” terang Mardianto.

Olehnya itu, diharapkan kepada Kepala Dinas Kesehatan untuk segera turun tangan secara nyata bukan sekedar instruksi kepada pihak puskesmas saja tetapi bergerak langsung lebih dari sekadar imbauan standar melalui media , masyarakat membutuhkan jaminan ketersediaan obat, pembagian masker gratis di titik-titik rawan, serta activation of ruang pelayanan khusus di fasilitas kesehatan,” harapnya.

Publik kini menagih akuntabilitas dan tindakan nyata dari Dinas Kesehatan Tidore untuk memprioritaskan keselamatan warganya di tengah darurat kabut asap ini. (mas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *