Investor Singapura Mulai Lirik Maluku Utara

Kota Ternate97 Dilihat

TERNATE – Pemerintah Provinsi Maluku Utara menerima kunjungan kehormatan Sekretaris Pertama Bidang Politik Kedutaan Besar Singapura untuk Indonesia, Vickland Malik, dalam pertemuan strategis yang berlangsung di Rumah Jabatan Wakil Gubernur eks-Crisan, Ternate.

Pertemuan tersebut berlangsung hangat dan produktif dengan membahas peluang investasi, penguatan kerja sama internasional, hingga peningkatan kapasitas aparatur sipil negara di Maluku Utara.

Hadir dalam pertemuan itu Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Samsuddin A. Kadir, Wakil Wali Kota Ternate, Asisten II Setdaprov, Kepala Bappeda, Kadis Koperasi dan UKM, Kadis Sosial, Kadis Kelautan dan Perikanan, serta sejumlah perwakilan OPD lainnya.

Selain membahas investasi, Pemerintah Singapura juga menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Maluku Utara atas kesigapan menangani proses evakuasi pendaki asal Singapura di Gunung Dukono, Halmahera Utara, beberapa waktu lalu.

Dalam sambutannya, Samsuddin menegaskan Maluku Utara kini mendorong pola kerja sama internasional yang lebih konkret, di mana investor tidak hanya datang menanam modal, tetapi juga ikut membangun, mengelola, dan mempromosikan potensi daerah secara bersama-sama.

Menurutnya, pola kerja sama seperti itu akan memberikan kepastian ekonomi jangka panjang bagi daerah, terutama pada sektor pariwisata, pertanian, hilirisasi nikel, serta pengembangan UMKM.

Samsuddin juga menyoroti posisi strategis Maluku Utara yang berada di jalur simpang laut dan udara kawasan Pasifik sehingga memiliki nilai penting dalam pengembangan investasi regional.

“Maluku Utara memiliki posisi geografis yang sangat strategis. Selain itu, kondisi daerah juga aman dan kondusif bagi investasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, Maluku Utara dikenal sebagai salah satu provinsi dengan tingkat kebahagiaan masyarakat tertinggi di Indonesia, yang mencerminkan stabilitas sosial dan keamanan daerah.

Menanggapi hal itu, Vickland Malik menegaskan Pemerintah Singapura berkomitmen menjadi salah satu mitra strategis pembangunan Maluku Utara, khususnya Kota Ternate sebagai pusat ekonomi dan administrasi regional.

Sebagai langkah awal, Singapura menawarkan program peningkatan kapasitas melalui Singapore Cooperation Programme (SCP), yakni program pelatihan dan beasiswa bagi aparatur sipil negara dari berbagai negara untuk belajar langsung di Singapura.

Program tersebut mencakup pelatihan manajemen keuangan, regulasi investasi, pendidikan, hingga sektor kesehatan.

“Tahun lalu sekitar 800 PNS dari Indonesia mengikuti program ini dan tahun ini kami targetkan mencapai 1.000 peserta. Namun sejauh ini belum ada peserta dari Maluku Utara. Kami berharap ASN Maluku Utara ke depan bisa ikut sehingga kualitas pelayanan publik dan investasi semakin meningkat,” kata Vickland.

Ia juga menjelaskan dunia bisnis di Singapura bergerak independen dari pemerintah. Karena itu, pemerintah fokus menciptakan regulasi dan kepastian hukum yang ramah terhadap investor.

Menurutnya, membangun kepercayaan investor membutuhkan proses panjang seperti yang telah dilakukan di Batam, dan Singapura siap mendampingi Maluku Utara menuju penguatan ekonomi masa depan.

Dalam pertemuan itu, Vickland juga mengungkapkan rencana kunjungan resmi Duta Besar Singapura untuk Indonesia ke Maluku Utara bersama sejumlah delegasi bisnis.

Kunjungan tersebut dijadwalkan untuk membahas peluang kerja sama yang lebih konkret sekaligus bertemu langsung dengan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda.

Pertemuan lintas negara itu kemudian ditutup dengan komitmen bersama memperkuat promosi media dan media sosial agar potensi wisata dan kekayaan alam Maluku Utara semakin dikenal di tingkat internasional. (um)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *