UMKM Dilatih Adaptasi Teknologi Digital

Ekonomi17 Dilihat

TERNATE – Persaingan usaha kini tengah bergeser ke ranah digital, pelaku UMKM di Maluku Utara didorong untuk tidak sekadar bertahan, tetapi naik kelas. Bank Indonesia (BI) Perwakilan Maluku Utara pun mulai mengarahkan penguatan kapasitas pelaku usaha agar mampu menembus pasar yang lebih luas.

Komitmen itu ditegaskan dalam pelatihan yang digelar di Bella Hotel Ternate, Senin (20/4/2026), dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, akademisi, hingga pelaku UMKM.

Kepala Perwakilan BI Maluku Utara, Handi Susila, mengatakan penguatan UMKM tidak lagi cukup hanya pada aspek permodalan. Tantangan utama saat ini adalah kemampuan pelaku usaha beradaptasi dengan ekosistem digital yang terus berkembang.

“Transformasi digital harus menjadi mesin pertumbuhan. UMKM harus mampu memanfaatkannya untuk meningkatkan daya saing dan memperluas pasar,” ujarnya.

Menurut Handi, pelatihan ini merupakan bagian dari sinergi berkelanjutan antara BI dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara yang telah dibangun sejak tahun sebelumnya. Fokusnya tidak hanya pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga pada perubahan pola pikir pelaku usaha agar lebih adaptif terhadap teknologi.

Ia menegaskan, BI terus mendorong penguatan kapasitas UMKM melalui pelatihan, pendampingan, serta kolaborasi lintas sektor. Keterlibatan perguruan tinggi, asosiasi, dan instansi terkait dinilai penting untuk membangun ekosistem usaha yang solid.

“Kalau tidak beradaptasi, UMKM akan tertinggal. Karena itu, kolaborasi menjadi kunci agar mereka bisa tumbuh secara berkelanjutan,” katanya.

Dengan langkah ini, BI berharap UMKM di Maluku Utara tidak hanya mampu bertahan di tengah tekanan pasar, tetapi juga berkembang dan menembus peluang yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun digital. (um)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed