BP2RD Ternate Kejar Target Pajak, Mochtar: Sisa Utang Rp 24 Miliar

Kota Ternate45 Dilihat

TERNATE – Komisi II DPRD Kota Ternate, rapat dengar pendapat (RDP) dengan Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) serta Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Ternate, terkait dengan realisasi anggaran dan pendapatan triwulan pertama tahun 2026.

Kepala BP2RD Kota Ternate, Mochtar Hasyim menyampaikan bahwa, komisi II DPRD ingin memastikan realisasi terbaru sampai awal triwulan II tahun anggaran 2026.

“Kami selaku OPD yang mengkoordinir ini melaporkan dalam forum RDP tadi bahwa, untuk pajak daerah per 17 April kita sudah diangka 34,5 milia atau kurang lebih 34 persen dari target 102 miliar,” katanya, Selasa (21/4/2026).

Begitu pula, Mochtar bilang, untuk Retribusi Daerah dari target Rp 40, 2 miliar atau sudah masuk Rp 6,2 miliar atau jalan menuju 15,54 persen.

Akumulasi pajak daerah, retribusi daerah, hasil kekayaan yang dipisahkan, lain-lain PAD yang dipisahkan. Total target Rp 159 miliar, sampai saat ini realisasi sudah terca pai Rp 45,1 miliar atau 28,28 persen. “Itu yang perlu kami melaporkan dalam forum RDP dengan Komisi II, sehingga ini menjadi bahan pertimbangan,” ujarnya.

Mochtar menyebut, ada juga bentuk-bentuk masukan, arahan. Sehingga yang terpenting komisi II menginginkan ada hal-hal terbaru kan dalam hal ini data. “Kami juga sudah melaporkan bentuk-bentuk langkah ikhtiar yang kami buat, dimana 5 bulan dirinya di BP2RD kita fokuskan untuk bagaimana kita fokuskan realisasi piutang-piutang yang ada” lanjutnya.

Sehingga dari total Rp 39 miliar di saat dirinya masuk di bulan Oktober 2025 sampai dengan 21 April 2026, utang sudah menyusut dari Rp 39 miliar, karena sudah tertagih sekian miliar, sisanya Rp 24 miliar. “Artinya, nilai-nilai yang besar itu yang bisa menjadi sumbangsi, untuk bagaimana torang punya capaian PAD yang ada ini. Sehi ngga itu sudah kami laporkan dan bentuk- bentuk bagaimana membuat peruba han perubahan untuk data terbaru,” tuturnya.

Ia memberikan contohnya, misalnya BPHTB kita, sampai awal April ini dari target Rp 6 miliar sudah tertagih 52 persen atau Rp 3 miliar lebih. Itu karena disaat pengajuan yang baru masuk, kita turun verifikasi lapangan. Sehingga paling tidak kita masih bisa dapat data , paling tidak disitulah setiap item pajak itu kita sudah bisa melampaui itiwulan I dan masuk triwulan II.

Sisa beberapa triwulan kedepan, menurut Mochtar, pihaknya tetap mengkoordinir, mengawa si sehingga paling tidak trend teman-teman pengelola retribusi ini terjaga. Triwulan I kita sudah bisa capai 15 persen. Kita berharap 25 persen tambah (+) 15 per sen berarti 40 persen. Sampai nanti di Juni OPD pengelola retribusi bisa dapatkan terus meningkat.

“BP2RD sebagai leading sector tetap terus berupaya membangun komunikasi dengan teman-teman OPD pengelola retribusi,” tandasnya. (dbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *