Dialektika dan Hilangnya Aktivitas Berdialektika

Opini75 Dilihat

SEPUTARMALUT.id – Dialektika dalam forum ilmiah, adalah makanan yang paling segar yang di konsumsi oleh kaum pelajar  atau  kaum intelektual.

‎Dialektika, merupakan satu konstruk berfikir kritis yang  di tuangkan melalui argumentasi yang di terapkan dalam forum ilmiah. dalam hal ini, dialektika sering di pakai dalam  berdiskusi dan bahkan berdebat, dengan tujuan untuk mencari kebenaran lewat argumentasi yang saling bertentangan.

‎karena itu, dialektika menjadi satu haal yang di pakai  untuk melahirkan satu cara pandang  baru atau, menguji satu teori yang sudah menjadi pemahaman yang perlu di uji kebenarannya.

‎maka dari sinilah, dialektika ini perlu untuk di rawat bahkan harus di jadikan sebagai budaya.

‎namun yang menjadi satu permasalahan di saat ini adalah, dialektika sudah tidak lagi di perhatikan oleh kaum intelektual.

‎karena, kaum intelektual suda di sibukkan oleh agenda-agenda serimonial yang bersifat merugikan bagi individu bahkan kelompok.

‎akar permasalahan hilangnya aktivitas ber dialektika, karena mulai  menghilang-nya kesadaran akan penting untuk berdialektika. ini di pengaruhi oleh lingkungan yang mempraktekan aktivitas yang tidak menguntungkan bagi personel bahkan kelompok, yang terus di praktekan bagi kaum intelektual atau pelajar sehingga, mereka lupa bahwa berdialektika adalah haal yang perlu untuk di terapkan, agar kaum intelektual atau pelajar bisa melahirkan ilmu pengetahuan baru, bahkan melakukan satu tindakan yang mampu merubah

‎pola pikir kelompok masyarakat mengapa penting untuk pelajar dan kaum intelektual tetap menjalankan aktifitas aktivitas berdialektika.

‎karena dua status sosial ini lah yang mampu memecahkan persoalan-persoalan yang kemudian itu menjadi indikator ketidak majuaanya masyarakat saat ini, akibat dari hegomoni yang merugikan bagi kelompok masyarakat tersebut.

‎Di sisi lain, kita tidak bisa melupakan bahwa asal mula munculnya istilah dialektika adalah dari dunia  pendidikan. terlebih khususnya pendidikan di massa Yunani kuno atau ruangan kelas di Yunani kuno pada, 2500 tahun lalu. Karana, tujuan dari pendidikan di massa itu  untuk melahirkan pandang pandang yang kritis dan produktivitas, bahkan menguji ilmu pengetahuan baru yang di uji di dunia pendidikan akan kebenaran dari pengetahuan tersebut namun kalau kita coba melihat di saat ini, dari pendidikan ini juga mengakibatkan hilangnya aktivitas berdialektika.

‎ini di akibatkan karena, pendidikan saat ini suda tidak lagi sesuai dengan tujuan pendidikan yang sesungguhnya.

‎artinya, pendidikan saat ini hanya mengarahkan pelajar untuk mengembangkan skil dan kemampuan. sehingga skil dan kemampuan yang di milikinya  bisa di jual di dunia kerja yang sifatnya tengah kerja murah.

‎akibat dari hilangnya orentasi pendidikan yang sesungguhnya, para pelajar bahkan  kaum intelektual sudah tidak lagi mengadakan forum forum ilmiah untuk berdialektika, melainkan mereka hanya mementingkan agenda agenda  yang bersifat serimonial dan, aktifitas yang tidak membangun konstruksi berfikir kritis.

‎contoh yang sering kita lihat di saat ini adalah, kaum pelajar atau intelektual yang berada di jenjang  sekolah bahkan di jenjang perguruan tinggi, mereka hanya  mengutamakan nilai raport bagus bagi yang sekolah dan bagi yang kuliah mereka hanya mengutamakan IPK yang tinggi.  tapi di balik IPK yang tinggi, ada rasa ketakutan akan  perbedaan pendapat,  ini di akibatkan karena hilangnya ke kritisan berfikir dalam sekolah bahkan kampus, dan ini juga mengakibatkan menghilangnya aktivitas berdialektika.

‎kita tidak bisa menyalakan sepenuhnya terhadap pelajar atau kaum intelektual saat ini, karena ini akibat dari sistem pendidikan saat ini yang hilang sepenuhnya dari orientasi pendidikan yang sesungguhnya.

‎hilangnya orentasi pendidikan ini laah,  mengakibatkan kaum pelajar atau kaum intelektual suda tidak lagi mengutamakan bahwa,tujuan berpendidikan untuk mengasah pola pikir yang kritis dan produktif, melainkan hanya mengutamakan nilai raport yang bagus atau nilai IPK yang tinggi. namun di balik dua hal tadi ada ketidak kritisan dalam proses berfikir dan ke tidak aktif-an dalam berdialektika.

‎Point penegasan dari saya bahwa, negara ini berdiri atas dasar dialektika yang panjang, yang di dialektika-kan oleh para pendiri bangsa ini, Maka kita sebagai masyarakat pelajar bahkan masyarakat intelektual, jangan pernah sekalipun menghilangkan budaya berdialektika.

‎karena berdialektika adalah bagian dari budaya ilmiah, yang mampu membentuk cara berfikir kritis bagi kita. (*)

Oleh: Jhuan Jalalai

Mahasiswa teknik pertambangan UMMU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *