PELNI Ternate Perketat Pengawasan Praktik Calo Tiket

Kota Ternate73 Dilihat

TERNATE – Kepala Cabang PT Pelayaran Nasional Indonesia (PT PELNI) Ternate, Lutfi Israr, menyampaikan bahwa, pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk mencegah praktik percaloan tiket di wilayah kerjanya.

Lutfi mengatakan, PELNI tidak membenar kan adanya pembelian tiket melalui calo. Untuk itu, berbagai langkah pencegahan telah dilakukan, mulai dari sosialisasi melalui media sosial, media cetak, hingga imbauan langsung kepada calon penumpang.

“Kami terus mengedukasi masyarakat agar membeli tiket melalui kanal resmi yang telah bekerja sama dengan PELNI,” katanya, baru-baru ini.

Lutfi menjelaskan, pembelian tiket kini dapat dilakukan secara online melalui aplikasi PELNI Mobile maupun melalui kerja sama dengan sejumlah bank BUMN seperti BRI, BCA, dan Mandiri. Selain itu, pembelian tiket juga dapat dilakukan langsung di loket resmi dengan menggunakan identitas diri yang sah.

Pengawasan ketat, kata dia, juga diterapkan pada proses keberangkatan penumpang. Setiap calon penumpang wajib melalui tahapan pemeriksaan identitas yang disesuaikan dengan data pada tiket, mulai dari proses check-in hingga saat akan naik ke kapal.

“Penumpang yang tidak sesuai identitasnya tidak akan diizinkan naik ke kapal. Bahkan, jika ditemukan di atas kapal tanpa tiket atau identitas tidak sesuai, akan diturunkan di pelabuhan terdekat,” ungkapnya.

Lutfi menyampaikan bahwa PT PELNI Ternate juga memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak terkait di pelabuhan, seperti kepolisian, TNI Angkatan Laut, serta instansi terkait lainnya, guna memastikan keamanan dan ketertiban selama proses keberangkatan.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk waspada terhadap penipuan berkedok penjualan tiket, terutama melalui media sosial seperti Facebook dan TikTok. Lutfi menegaskan bahwa penawaran tiket melalui transfer ke rekening pribadi merupakan indikasi penipuan.

“Pembelian tiket di luar kanal resmi sangat berisiko, baik dari sisi harga maupun kesesuaian identitas, dan dapat merugikan penumpang,” ujar Lutfi. Sebagai langkah tegas, PT PELNI juga akan menindak oknum calo maupun pihak internal yang terbukti terlibat dalam praktik tersebut.

Bahkan, jika ditemukan adanya pegawai yang bekerja sama dengan calo, maka akan dikenakan sanksi berat hingga pemecatan.
“Kami berkomitmen untuk memberantas praktik percaloan demi kenyamanan dan keamanan penumpang,” tandasnya. (dbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *