Geliat Ekonomi Baru: Warkop Kolling dan Fenomena Ngopi yang Tumbuh Pesat

Kota Tidore12 Dilihat

TIDORE – Geliat ekonomi kreatif di Kota Tidore Kepulauan menunjukkan tren yang positif, khususnya di sektor kuliner kopi. Salah satu yang kini menjadi sorotan adalah kehadiran Warkop Kolling, sebuah konsep warung kopi keliling yang berlokasi strategis di kompleks mobil pangkalan Pasar Sarimalaha.

Kehadiran Warkop Kolling, yang telah beroperasi selama lebih dari 9 bulan, menandai pergeseran budaya ngopi di Tidore. Tidak lagi hanya di kafe tertutup, masyarakat kini gemar berkumpul di ruang terbuka. Tampak pada malam hari, area pangkalan pasar tersebut ramai dikunjungi warga, khususnya kaum muda, yang duduk lesehan atau di kursi plastik sederhana, menikmati suasana malam yang santai.

Konsep “Kopi Keliling” yang Fleksibel

Dibalik kesederhanaannya, Warkop Kolling memiliki konsep bisnis yang unik. Pemilik Warkop Kolling, Rifaldi Muhammad Taher, menjelaskan bahwa usahanya mengusung tema “Kopi Keliling”.

Keunikannya, kami bisa di-order di mana saja jika ada yang melakukan booking. Tidak ada standar harga khusus untuk layanan booking ini, pembayaran disesuaikan dengan pesanan yang diminta,” ujar Rifaldi.

Dengan menggunakan armada truk kecil yang dimodifikasi menjadi coffee booth , Kolling mampu menjangkau pelanggan di berbagai lokasi acara atau kumpul-kumpul, selain melayani pelanggan tetap di pangkalan

Berdasarkan menu yang ditawarkan, Kolling menyasar semua kalangan dengan harga yang sangat bersahabat. Untuk pecinta kopi hitam murni, harga ditawarkan sangat murah yakni Rp 5.000. Sementara untuk varian kekinian seperti Kopi Susu, Aren Latte, Pandan Latte, hingga Spanish Latte dibanderol sekitar Rp 25.000 – Rp 28.000.

Tak lengkap rasanya ngopi tanpa makanan, Warkop Kolling juga menyediakan menu “penyelamat lapar” khas warkop seperti Indomie Goreng, Supermi Kuah, dan Pop Mie dengan harga mulai dari Rp 10.000 hingga Rp 15.000.

Warkop Kolling menjadi bukti bahwa ekonomi baru di Tidore sedang tumbuh dari akar rumput,

menciptakan ruang sosial baru bagi masyarakat untuk bertukar pikiran dan menikmati waktu bersama. (Mas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *