Pemkot Ternate Usul Naikkan Pendapatan Rp26,9 Miliar, APBD Perubahan Jadi Rp988,8 Miliar

Kota Ternate12 Dilihat

TERNATE – Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate mengusulkan kenaikan target pendapatan daerah Rp26,99 miliar dalam KUA-PPAS Perubahan APBD 2026. Dengan penyesuaian tersebut, pendapatan daerah ditargetkan mencapai Rp988,83 miliar. Sedangkan untuk Belanja dirancang Rp987,52 miliar.

Usulan tersebut disampaikan Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman dalam Rapat Paripurna ke-9 Masa Persidangan III tahun 2026. Rapat tersebut dipimpin Ketua DPRD Kota Ternate Rusdi A. Im, Jumat, 18 September 2026.

Target pendapatan daerah dalam APBD Perubahan 2026 naik 2,81 persen, dari sebelumnya senilai Rp 961,84 miliar menjadi Rp 988,83 miliar.

Tauhid mengatakan perubahan anggaran dilakukan untuk menyesuaikan dinamika kondisi daerah, hasil evaluasi APBD, realisasi pendapatan, serta kebijakan Pemerintah Pusat.

“Perubahan KUA dan PPAS Tahun 2026 bu kan sekadar proses penyesuaian angka- angka dalam dokumen anggaran, tetapi merupakan momentum untuk kembali memastikan bahwa arah kebijakan fiskal daerah tetap selaras dengan prioritas pembangunan dan kebutuhan masyarakat,” kata Tauhid.

Dalam struktur pendapatan tersebut, Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak mengalami perubahan. PAD tetap ditargetkan sebesar Rp159,69 miliar.

Angka tersebut terdiri atas pajak daerah Rp102,02 miliar, retribusi daerah Rp40,25 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp3,57 miliar, serta lain-lain PAD yang sah Rp13,83 miliar.

Sementara itu, pendapatan transfer mengalami kenaikan 3,21 persen atau bertambah sekitar Rp25,56 miliar menjadi Rp820,70 miliar. Lain-lain pendapatan daerah yang sah juga mengalami penyesuaian menjadi Rp8,43 miliar.

Sedangkan di sisi belanja, Pemkot Ternate mengusulkan kenaikan total belanja daerah sebesar 2,99 persen atau sekitar Rp28,68 miliar. Belanja daerah yang sebelumnya Rp958,84 miliar naik menjadi Rp987,52 miliar.

Kenaikan paling signifikan terjadi pada belanja modal yang mencapai Rp50,98 miliar atau meningkat 52,40 persen.

Selain itu, belanja operasi dialokasikan sebesar Rp929,34 miliar atau naik 1,19 persen. Sedangkan belanja tidak terduga menjadi Rp7,20 miliar atau meningkat 2,84 persen. “Dengan struktur tersebut, APBD Perubahan tahun anggaran 2026 yang dirancang dalam kondisi surplus sebesar Rp1.314.367.093,00,” ujar Tauhid.

Surplus tersebut kemudian diperhitungkan bersama penerimaan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya sebesar Rp1,68 miliar.

Menurut Tauhid, pembiayaan tersebut digunakan untuk penyertaan modal pemerintah daerah sebesar Rp3 miliar. Dengan demikian, SiLPA tahun berkenaan ditetapkan sebesar Rp 0.

Ia mengatakan, penyesuaian belanja daerah tetap mengacu pada Perubahan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Ternate 2026. Kebijakan tersebut diarahkan untuk mendukung visi pembangunan Kota Ternate, yakni “Mewujudkan Ternate yang Mandiri dan Berkeadilan”.

Bahkan sejumlah prioritas belanja yang disiapkan meliputi peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan infrastruktur dasar dan konektivitas antarwilayah, serta peningkatan akses terhadap layanan pendidikan dan kesehatan.

“Kami juga memprioritaskan penguatan ekonomi masyarakat berbasis kepulauan dan sektor unggulan, tata kelola pemerintah an yang responsif dan akuntabel, serta penguatan ketahanan lingkungan dan kesiapsiagaan terhadap risiko bencana,” tandasnya. (dbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *