Gubernur Bahas Kerja Sama dengan Korea

Kota Sofifi55 Dilihat

SOFIFI – Di tengah meningkatnya peran Maluku Utara sebagai pusat industri berbasis sumber daya alam, peluang kerja sama internasional kembali dibuka. Pemerintah provinsi kini membidik penguatan kemitraan strategis dengan Republik Korea, salah satu negara investor utama di sektor industri pengolahan.

Langkah itu ditandai dengan pertemuan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, dengan Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia, Y.M. Yoon Soon-gu, di Kantor Kedutaan Besar Republik Korea di Jakarta. Pertemuan tersebut menjadi ruang pembahasan arah kerja sama konkret di sejumlah sektor prioritas daerah.

Sejumlah bidang strategis menjadi fokus pembahasan, mulai dari pertambangan, energi, perikanan, hingga pariwisata. Pemerintah daerah menekankan bahwa setiap bentuk kerja sama harus mengedepankan prinsip keberlanjutan, peningkatan nilai tambah, serta dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Dalam pertemuan itu juga dibahas peran investasi perusahaan asal Korea Selatan, POSCO, yang terlibat dalam pengembangan industri pengolahan nikel melalui skema kerja sama di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park.

Pemerintah Provinsi Maluku Utara menegaskan komitmennya untuk menjaga iklim investasi yang kondusif dan transparan. Hal ini mencakup kepastian regulasi, perlindungan lingkungan hidup, hingga kewajiban perusahaan terhadap masyarakat dan daerah.

Gubernur Sherly Tjoanda menekankan bahwa investasi yang masuk ke Maluku Utara harus memberikan manfaat nyata, tidak hanya pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Pemerintah Provinsi Maluku Utara mendorong kemitraan yang sehat dan berkeadilan dengan seluruh investor, termasuk dari Republik Korea, dengan memastikan seluruh aktivitas berjalan sesuai regulasi serta memberikan manfaat optimal bagi masyarakat dan daerah,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga menilai pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha dalam menjaga stabilitas investasi serta mendorong praktik industri yang bertanggung jawab secara sosial dan ramah lingkungan.

Pertemuan ini sekaligus menegaskan posisi Maluku Utara sebagai salah satu kawasan strategis dalam peta industri nasional, yang terus membuka peluang kerja sama global berbasis potensi sumber daya alam. (um)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *