Dikbud Maluku Utara Genjot Kompetensi Guru

Kota Sofifi26 Dilihat

SOFIFI – Pemerintah Provinsi Maluku Utara mulai memperkuat kualitas pendidikan dengan menggenjot kompetensi guru dan kepala sekolah melalui program pendampingan berbasis hasil pemetaan kompetensi yang dilakukan pada akhir 2025.

Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Maluku Utara, program tersebut menyasar sejumlah SMA negeri di Kota Ternate dan Kota Tidore Kepulauan. Kegiatan ini dilaksanakan Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) bekerja sama dengan Sampoerna Foundation sebagai upaya meningkatkan kapasitas sumber daya pendidikan di daerah.

Kepala Bidang GTK Dikbud Maluku Utara, Ramli Kamaludin, mengatakan hasil profiling yang dilakukan pada Desember 2025 menjadi pijakan penting dalam menyusun program pembinaan yang lebih tepat sasaran.

“Tujuan program ini untuk meningkatkan kompetensi kepala sekolah dan guru berdasarkan hasil pemetaan yang telah dilakukan sebelumnya,” ujar Ramli usai membuka kegiatan pendampingan di SMK Negeri 5 Tidore Kepulauan, Selasa (2/6/2026).

Menurut Ramli, hasil pemetaan menunjukkan masih terdapat sejumlah indikator kompetensi yang perlu diperkuat, baik dalam aspek kepemimpinan kepala sekolah maupun kualitas proses pembelajaran yang dilakukan guru di kelas.

Berangkat dari temuan tersebut, Dikbud Maluku Utara di bawah kepemimpinan Abubakar Abdullah kembali menggandeng Sampoerna Foundation untuk mengidentifikasi area yang membutuhkan perbaikan sekaligus merancang program intervensi yang lebih efektif.

Program pendampingan tahap pertama telah berlangsung di Kota Ternate dua pekan lalu. Selanjutnya, mulai 2 Juni 2026, kegiatan serupa digelar di Kota Tidore Kepulauan dengan melibatkan 16 sekolah, terdiri atas 15 SMA negeri di Tidore Kepulauan dan satu sekolah dari Kabupaten Halmahera Timur.

Ramli menjelaskan, pendampingan bagi kepala sekolah difokuskan pada kemampuan membaca dan menganalisis rapor pendidikan sebagai dasar penyusunan kebijakan di tingkat satuan pendidikan. Sementara itu, para guru mendapatkan penguatan terkait strategi dan kualitas pembelajaran agar proses belajar mengajar menjadi lebih efektif dan berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa.

Program ini akan berlangsung selama kurang lebih satu bulan. Pemerintah Provinsi Maluku Utara menargetkan hasilnya dapat terlihat melalui peningkatan capaian rapor pendidikan sekolah pada 2027.

Tak hanya berorientasi pada peningkatan mutu pembelajaran, program tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mendongkrak capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) sektor pendidikan.

Saat ini nilai SPM pendidikan Maluku Utara masih berada di angka 48. Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menargetkan capaian tersebut meningkat signifikan hingga menyentuh angka 80 selama masa kepemimpinannya.

“Seluruh program yang dijalankan Dinas Pendidikan diarahkan untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan mendongkrak capaian SPM. Pendampingan ini menjadi salah satu langkah strategis untuk mencapai target tersebut,” kata Ramli.

Ia menambahkan, para narasumber yang terlibat merupakan tenaga profesional bersertifikasi dari Sampoerna Foundation yang telah berpengalaman mendampingi peningkatan mutu pendidikan di berbagai daerah di Indonesia.

Melalui program ini, pemerintah berharap kompetensi guru dan kepala sekolah terus meningkat sehingga mampu mendorong lahirnya proses pembelajaran yang lebih berkualitas dan berdampak langsung pada kemajuan pendidikan di Maluku Utara. (um)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *